A HAPPY NEW YEAR

should auld acquaintance be forgot
and never bRought to mind?
sHouLd auLd acquaintance be foRgot
foR auLd lang syne...

and tHeRe's a hand my tRusty fieRe
and gie's a hand o tHine
and we'LL taK a RigHt guid-wiLLiE-waugHt
foR auLd Lang syne...

foR auLd Lang syne my deaR..
foR auLd Lang syne...
we'LL taK a cup o kindness yet..
foR auLd Lang syne..

video

a Happy new yeaR foR you!

aLL d best wisHes comes thRoughout the yeaR...
new yeaR..new spiRit...new HopE

GOD BLESS YOU ABUNDANTLY!!!
-see you in 2010-
woase
Woasee!! That wud be the most peopLe heRe shout when tHeRe is sumthing inteResting oR they found sometHing cRazy... Maybe it wud be most Like "geez!" or "Magudness!" oR whateveR you want to shout...^^

WOAAASEEEEE!!! Now even I'm shouting for maseLf..no, my woase heRe means "What d Heck!" even duRing my day off..I stiLL need to do some papeR woRk...now I reaLLy hope that i've got 25houRs a day... and 8days a weeK..

Then I read the booK by Randy P, says that compLaining onLy decreases your effectiveness and efficiency woRk..

If you use 10% of the eneRgy to woRk haRdeR...you'LL gain even 33% moRe of effective and efficiency woRk's ResuLt..
So i wiLL just focus doing this papeR woRk..


PsaLm34:19
"Many of the afflictions of the righteous..But The
LORD deLiveReth him out of them aLL..."


So in this post is my picture with ma staff...Looks Like i reaLLy got thinneR...T___________T but once again..WOAASEEEEEE!!!!^^

H.O.P.E
Recently I Like to read Eyeshield21 on onemanga... sometimes it's funny and inspiring me a lot..^^

"The chance is 0.1%, we migHt win this game..GOOD ENOUGH! It's too early to give up as Long as it's not 0%" -Yoichi Hiruma-

"Yes..Just Like Hiruma senpai said..as long as it's not 0%, there will always hope!" -Kobayakawa Sena-

Hmm..i will always have my hope...as long as it's not 0%, right?^^ This christmas might as well bRings me new hope...^^ Ready,Steady,GO!!

a.n.a.l.o.g.i
Saya kena damprat lagi.. Rasanya tidak komplit hari saya tanpa dampratan Bos besar...Hahaha.. Mungkin lama-lama saya akan terbiasa..Begitu kata manajer saya tentang hal ini.. Sering-sering seperti ini..saya jadi capai.. Bukan secara fisik, tapi secara mental..(meskipun sebenarnya fisik saya juga terkuras) Rasanya disini saya benar-benar digembleng secara emosional, fisik, dan kemampuan berpikir saya.. Sewaktu saya didamprat, sempat terujar dari mulut saya keluhan untuk mengirim saja saya pulang ke Indonesia.. Padahal malam ini malam natal..

Saya berharap saya bekerja setengah hari karena saya harus menghadiri kebaktian malam natal.. Saya berharap saya menunggu Kereta dibawah gerimis sambil menunggu teman saya yang dengan lugunya menjemput saya, padahal jarak rumah kami dan gereja lebih dekat daripada jarak tempat saya bekerja ke gereja. Saya beRharap saya mengomel karena gara-gara dia menjemput saya, kami jadi terlambat menghadiri kebaktian malam natal. Saya berharap kami berlari-lari dibawah gerimis menuju gereja tempat beribadah.. Saya berharap kami cemas bersama mengingat kereta terakhir yang akan membawa kami pulang akan segera tiba sedangkan kebaktian masih berlangsung dan karena Tuhan yang baik ada teman-teman yang bersedia mengantar kami kembali ke kota... Saya berharap kami pulang menapaki jalan yang basah bekas hujan sambil berhahahihi dan menerawang masa depan kami.. Tapi disinilah saya sekarang..nun jauh disini menapaki jalan lengang yang sepi, kadang dilewati sepasang muda-mudi mabuk yang bermesraan.. Yah..pulangkan saja saya ke Indonesia..Seperti lagunya Nike Ardila... ah, jadi ngelantur... Kawah candradimuka ini mengingatkan saya pada analogi wortel, telur, dan serbuk kopi..

Wortel itu keras dan ketika dimasukkan kedalam air mendidih yang cukup lama.. Dia akan menjadi lunak.. Ada orang-orang yang awalnya gigih...teKun...dengan tekad yang kuat.. Tapi tekanan-tekanan air mendidih disekelilingnya membuatnya jadi Lunak..hilang semangat dan haRapan...

Orang yang berikutnya seperti teLor... telor itu lunak dan ketika dimasukkan kedalam air mendidih, dia akan menjadi keras... Ada orang-orang yang awalnya beRhati lembut..sabar..dan air mendidih disekitarnya membuat dirinya keras,tidak beRpeRasaan...

oRang yang terakhir seperti seRbuk Kopi... Ketika dia didihkan dalam aiR..dia mengHiLang..aiR tidak meRubahnya tapi dia yang meRubah aiR menjadi Kopi.. aroma kopi yang wangi juga banyak disukai orang..semakin panas airnya, semakin enak rasanya... Tipe orang yang dalam setiap didihan air, mampu mengambil sesuatu dan menjadikan pelajaran.. Tipe orang yang tidak menyerah serta memiliki sesuatu yang baru..yang bisa membuat dia dan sekelilingnya menjadi baik...

Saya suka dengan analogi ini...dan saya bertekad tidak akan menjadi wortel dan telor.. Saya ini seorang serbuk kopi...Ayo, panaskan saya dengan didikan dan ajaran anda..dampratlah saya tiap hari.. Saya akan buktikan kepada anda kalau aroma saya akan sangat enak dihirup nantinya.. Saya pasti akan bertahan..jangan lupa, saya tidak sendirian disini...saya memiliki teman-teman yang mendukung saya dan Tuhan yang sangat luar biasa memelihara saya..

Bagi saya..ini kado natal yang cukup indah... Selamat hari natal semuanya...saya percaya, masing-masing dari kita mendapat kado natal terindah di tahun ini.. karena saya percaya.. Tuhan kita adalah Tuhan yang mencukupkan kita... sekali lagi..selamat natal.. Tuhan memberkati..

d.u.a.b.e.l.a.s.j.a.m
11:00
Saya sampai direstoran, Lisa menyapa saya dan saya menanyakan apakah masih ada makanan untuk saya di dapur karena saya kelaparan. Rencana saya jika tidak ada makanan, saya makan roti dan minum segelas kopi saja. Namun Lisa berbaik hati mengambilkan makanan untuk saya. Sekedar info, makan pagi dimulai pukul 10.30, kalau anda datang ke dapur pada pukul 11.00, siap-siap saja dimaki staff dapur. Tapi kalau saya dimaki, saya sih cuek saja toh saya juga tidak mengerti makian apa yang mereka katakan pada saya. Lalu saya menikmati sarapan saya pagi menjelang siang itu.

11:25
Saya bertanya kepada Luvi, receptionist di Bali Laguna tentang jumlah reservasi untuk lunch. Dia menjawab sambil bermuka masam. Saya menanyakan lagi tentang kebocoran di apartemen yang menyebabkan sepatu saya basah sebelah, dia menjawab lagi dengan nada agak tinggi. Saya tidak tahu apa yang terjadi pagi itu, yang jelas saya memutuskan untuk tidak lagi mengganggunya, lalu saya menikmati pekerjaan saya di main floor. Siang itu cukup ramai untuk ukuran hari minggu. Cuaca cerah meskipun suhu di titik 0. Saya merasakan atmosfer kerja yang ganjil dan cukup aneh. Semua orang saling membentak satu sama lain. Ada apa dengan Bali Laguna hari ini? Secara tidak langsung, saya terinfeksi virus ini. Harold membentak saya. Cara yang bagus untuk berkata kepada atasanmu. Saya mulai tidak senang dengan cara orang-orang ini bekerja. Dan yang biasanya selalu tersenyum, siang tadi juga berwajah panjang. Saya bertanya kepada Dan apakah dia baik-baik saja, dia membalas "Yes Sir, everything is fine, don't worry Sir!" Restoran makin ramai, atmosfer kerja semakin tidak karuan. Arnel yang datang belakangan, justru memperburuk suasana dengan asik bercanda dengan Ian. Sangat profesional.

12:47
Telepon genggam saya berdering, saya beranjak ke kantor. Vita menelpon saya. Saya menyampaikan keluh kesah saya siang itu. 7menit, telepon terputus. Ternyata dia tidak menggunakan kode internasional. Cukup mahal untuk 7menit itu. Dia tetap masih saja tidak lebih pintar dari saya..Namun saya cukup lega setidaknya sebagian unek-unek saya sudah keluar Saya balik ke main floor. Suasana masih belum membaik.

13:16
Saya menelpon Vita balik di lantai 3. Ms.Sharon yang kebetulan disana, melihat mimik muka serius saya dan mengijinkan saya untuk mengambil waktu saya. Celoteh panjang lebar dan canda ringan terjadi. 13menit dan saya mengakhiri percakapan karena IP-Card saya habis. Saya balik bekerja.. Suasana kerja berangsur-angsur membaik. Saya tidak mengerti fenomena ini. Aneh. Mungkin karena suasana hati saya mempengaruhi suasana kerja? Semoga saja begitu.. [Tapi suasana hati saya dipagi itu, tidak buruk!]

14:40
Beberapa meja di lantai 3 terisi, Arnel menanyakan makan siang saya. Saya memesan nasi goreng Brastagi. Beberapa menit kemudian, saya, Arnel, dan Ian, duduk satu meja di ruang VIP, menikmati santap siang kami. Mereka berceloteh menggunakan bahasa Filipina.. Sesekali mereka menanyakan kepada saya tentang Laksa. Saya jawab seadanya. Selesai makan, mereka berdua ber-PSP ria. Staff saya diluar sana mondar-mandir melayani tamu yang datang. Saya memutuskan untuk membantu Civic dan Dan di lantai 3. Saya tersenyum dan dengan riang saya bercakap-cakap dengan Dan sejenak. Main floor mulai sepi. Rowel dan Lisa terlihat tertawa ceria di Bar, atmosfer kerja setidaknya mulai membaik. Abby menawarkan saya snack, semprong. Saya mengambil kopi instant saya. Ketika meminta gula kepada Lisa, dia memberikan botol yang salah berisi Bacardi, alhasil saya menikmati kopi rum beserta semprong pemberian Abby.

17:35
Briefing sore. Saya menekankan lagi untuk tidak terlalu banyak berbicara satu dengan yang lain meskipun restoran tidak begitu ramai. Idealis tingkat tinggi yang berlebihan. Saya incharge di lantai 3 bersama Dan, Jimmy, Andy, dan Elvie. Sore itu diawali dengan cukup baik. Meja8, 3 orang tamu. Ayah,Ibu, dan anaknya. Sang Ayah menyapa saya, "Selamat datang!" (Dengan Bahasa Indonesia) Saya cukup terkejut mengingat itu yang seharusnya saya katakan kepadanya. Ya,20tahun yang lalu dia tinggal di Jakarta Selatan. Sang ayah berasal dari Belgia, sang Ibu dari Jepang. Kombinasi yang sempurna untuk sedikit merefresh kembali pengetahuan Bahasa Belanda dan Jepang saya yang sudah amburadul. Setidaknya malam itu seakan-akan menjadi malam sempurna yang membosankan karena tamu yang datang sangat sedikit. Saya akan mempertimbangkan diri saya sendiri untuk keluar makan malam pada suhu 0 derajat apabila di kota saya memiliki fasilitas Serpha. (Shanghai memiliki fasilitas ini, semacam delivery service yang berlaku hampir disemua restoran) Ya, seakan-akan...

19:20
Ian memanggil saya untuk memperingatkan Jimmy yang tidak memakai headbandnya.. Saya menanyakan hal itu kepada Jimmy. Hilang katanya. Saya meminta Lisa untuk mengambil 1buah headband di stock room. Saya memberikan kepada Jimmy dan memintanya untuk memakainya. -awal kejutan di malam itu-

19:55
Ian kembali memanggil saya tentang Jimmy. Headbandnya sudah tidak terpasang lagi. Saya menanyakan hal itu kepada Jimmy. Dalihnya udara cukup panas di dalam. Saya meyakinkannya untuk memakai headband..itu aturan seragam restoran.

20:05
Ayah saya menelpon saya dan memberitahu saya informasi mengenai seorang chef yang tertarik untuk bekerja di Shanghai namun memiliki sedikit masalah dengan kontrak kerjanya di Semarang. Saya melihat Jimmy dan Ian beradu argumen. Saya memutuskan untuk mengakhiri pembicaraan di telepon dan segera menghampiri mereka berdua. Ian memutuskan untuk memulangkan Jimmy. Saya mencegahnya. Saya mengajak Jimmy berbicara 4mata secara baik-baik. Alasannya untuk tidak memakai headband, ternyata untuk mengkonfrontasi Ian. Dia sengaja melakukan hal itu karena dia merasa tidak diperlakukan secara adil. Ya, direstoran ini memang tingkat subjektivitas sangat tinggi. Dekati saja manajer anda, nilai anda akan lebih tinggi dari yang lain. Tak heran kalau pemilik restoran merasa dijilat dengan hal seperti ini. Ian masih ngotot untuk memulangkan Jimmy lebih awal sebagai hukuman. Saya bilang bahwa hal itu akan menambah masalah baru. Saya berkata kepada Jimmy untuk menjadi satu level di atas Ian -orang yang membencinya- dengan menunjukkan bahwa dirinya lebih baik daripada Ian. Pada akhirnya, justru Ian yang pulang lebih dulu.

21:33
Saya berkata kepada Dan untuk pulang lebih awal karena restoran sepi. Dia berterimakasih. Ya, dia kelihatan lelah. Beberapa saat kemudian, saya mengajak Marlon berbicara mengenai penilaiannya tentang sistem manajemen di sini. Bobrok katanya. Saya sependapat. Luvi menghampiri saya dan bertanya tentang Jimmy dan Ian. Saya berkata bahwa semua baik-baik saja. Dia bercanda ringan.

21:55
Saya menuju pantry area. Ally disana. Senang rasanya melihat dia lagi. Ally dulu staff saya. Pertama kali saya bertemu dengannya di restoran, dia sangat lesu dan tidak ada mood untuk bekerja karena telepon genggamnya dicuri orang. Hari berikutnya, dia orang yang bersemangat mengajari saya Bahasa Cina dan memberitahu saya tentang makanan di restoran ini. Saya memanggilnya cece. Hidupnya berat, tapi semangat kerjanya tinggi. Saya suka orang seperti ini dan perlu orang seperti ini di tim saya. Sayang Ally memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya. Kita berbincang-bincang berdua. Dia bercerita panjang lebar, saya mendengarkan dengan baik meskipun bahasa Inggrisnya patah-patah. Ally mengatakan, mungkin dia tidak akan bertemu saya lagi karena dunia ini begitu luas..dia menambahkan satu hal yang menyentuh hati saya. "Kita baru bertemu sebentar. Namun kamu memanggil saya cece (kakak). Belum pernah ada orang yang memanggil saya 'cece'. Itu dari hati. Saya akan merindukanmu..." Lalu kita berbincang sebentar dan dia harus pulang karena bis terakhir akan segera tiba.

22:55
Abby menyuruh saya untuk pulang karena jam kerja saya dari pukul 11pagi sampai 11malam.. Baru sekali ini saya mengalami ketika seorang ass.manager 'diusir' bawahannya.. hahaha...

23:00
Saya pulang. Sepanjang perjalanan saya merenung dan bersyukur kepada Tuhan. Hari ini begitu banyak kejadian terjadi yang juga merubah cara pandang saya. Hari ini begitu banyak pelajaran yang bisa dipetik. Dan hari ini Tuhan sudah mengirim orang-orang dari berbagai bangsa sepanjang 12 jam tadi.
  • Terima kasih untuk Luvi, semoga saya tidak melihat muka masammu lagi..
  • Terima kasih untuk Lisa, semoga besok saya datang ke restoran tidak dengan kelaparan, sehingga harus merepotkanmu lagi.
  • Terima kasih untuk Vita, 20menit tadi sangat berharga buat saya dan telah merubah satu hari saya.. Sampaikan salam saya kepadanya..Semoga saya bisa ke Miami sebelum 'melamar' dia..atau setelahnya juga boleh..^^
  • Terima kasih untuk Harold, ada baiknya kalau anda bertata krama apabila anda berbicara dengan orang lain, terlebih atasanmu.
  • Terima kasih untuk Ian, setiap masalah pasti ada jalan keluarnya...
  • Terima kasih untuk Jimmy, tolong ingat dan lakukan kata-kata saya..Kalau anda membenci musuhmu, anda sama dengan mereka...kalau anda mengkonfrontasi mereka..anda lebih buruk..tapi kalau anda menunjukkan sisi yang terbaik dari diri anda..anda berada di atas mereka..
  • Terima kasih untuk Marlon, anda orang pertama yang memusuhi saya di Bali Laguna dan anda orang pertama yang secara terus terang mengatakan bahwa anda mendukung saya. Saya butuh dukungan anda.
  • Terima kasih untuk Dan yang selalu berkata 'Don't give up, never lose hope!', anda selalu menginspirasi saya.
  • Terima kasih untuk Cece Ally, saya akan berkunjung ke Du Qiao pada tahun baru Cina nanti... Kita pasti akan bertemu lagi, karena saya juga bakal merindukan anda, jadi jangan khawatir..
  • Terima kasih juga untuk Abby yang sudah berbagi semprong dan menyuruh saya pulang malam ini...^^
Terima kasih Tuhan, atas pemeliharaanmu yang begitu sempurna..saya tahu Kasih-Mu tak pernah berubah..Saya serahkan harapan-harapan ini di dalam TanganMu...

Untuk teman-teman yang selalu mendukung saya.. Tuhan memberkati!
canda
"aaah...Kamu menyebaLkan..aku kan memang tidak sepintar kamu!!"
"YaP!...dan aku juga tidak sebodoh kamu..."(tersenyum)

Mereka berdua berpandangan...lalu tertawa lepas...

-apabila aku kesepian,hibuRLah aku dengan suaramu-

16
Saya terserang flu. Berita baiknya, saya masih bisa bekerja setidaknya untuk stu hari lagi karena lusa hari libur saya. 3hari belakangan ini cuaca di Shanghai sangat tidak bersahabat. Intensitas hujan cukup tinggi yang mengharuskan saya berjalan ditengah hujan, dengan payung tentunya. Mungkin ini salah satu faktor penyebab saya terserang flu, disamping faktor lainnya yaitu kelelahan.

Kemarin, saya lupa membawa payung karena tidak ada tanda-tanda bakal turun hujan. Ya, inilah waktu dimana saya 'benar-benar' memaknai peribahasa 'Sedia Payung Sebelum Hujan' karena malam harinya hujan turun dengan cukup deras. Untungnya seorang kolega saya berbaik hati meminjamkan payung mungilnya kepada saya. Akhirnya, saya tiba dengan selamat di apartemen tanpa basah sedikitpun. Bukan karena payung, tapi karena saya memutuskan untuk naik taksi sebelum kondisi saya lebih parah lagi.

Bicara-bicara (oya,saya tidak tahu penggunaan terminologi 'ngomong-ngomong' dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar), malam itu ada kebetulan yang cukup unik. Pada hari sebelumnya, di papan kayu tempat staff saya menempelkan 'captain order', saya iseng menyusun paku-paku warna menjadi sebuah huruf 'P'. Saya tidak tahu ada angin apa, namun huruf P itu bisa menginisialkan sesuatu.. Papan? atau Payung? atau inisial yang lain..^^ Keesokannya, sebuah 'P' yang lain terbentuk disana dan tertangkap mata saya.



Kebetulan yang aneh.. foto ini asli, tanpa rekayasa.. rekayasanya hanya ada pada pemberian border menggunakan acd see...


Oke, kembali ke inisial huruf P (dalam hal ini kasus payung-lagi-), pagi hari tadi, saya memakai payung pinjaman kolega saya. Hujan kembali mengguyur Shanghai. Di perjalanan menuju restoran, banyak orang tersenyum simpul kepada saya. Saya teringat kata-kata bijak tentang tersenyum, jadi saya balas saja senyum mereka. Sesampainya di restoran, kolega saya yang lain mengatakan bahwa payung saya lucu sekali. Sekarang saya mengerti kenapa banyak orang tersenyum kepada saya di perjalanan tadi. Payung mungil pinjaman dari kolega saya ini, berwarna merah muda keungu-unguan, dengan hiasan renda-renda disekelilingnya. Cukup manis bukan?

-payung merah muda-

wah, saya rasa pengaruh obat sudah mulai bekerja dan memang saya lebih baik beristirahat agar cepat terbebas dari flu yang mengganggu ini. Selamat malam, Tuhan memberkati!

nb:oya, mutiara dalam bahasa Inggris, juga diawali dengan huruf P..^^
You got me!
Yesterday the restaurant was very busy, so we opened basement.. until about 9pm, there was only one table occupied..but they knew that basement is about to closed..so they asked their bill... I said that if they want, they could go upstairs to have some drink..and they agreed... So I escorted them to the table upstairs, bringing their wine as well.. then the conversation happened...

G: 'Hey, can you show me where the toilet is?'
O: 'Sir,it's hard to tell you the truth, but the toilet is downstairs on the basement..'
G: 'WHAT? ARE YOU JOKING ME?'
O: 'No sir, besides, do i look like i am joking you?'
G: 'haha..Okay, no worries.. but sometimes joking is important...'
O: 'I know siR, the bad news is that when you reach basement, there is a small path and you have to walk about 5minutes away to reach the toilet..and come back here for another 5minutes... so in total, you will have to make this lady here wait for you for 10minutes...'
G: 'Ow really? Wow..i am staying here in Swissotel and it takes about 10minutes walking..so i guest i will go to the toilet in my hotel...'
O: (smiling) 'No sir, the toilet is just on the basement'
G: 'Ow well.. WHAT??? SO NOW YOU ARE JOKING???'
O: 'Sometimes joking is important sir..'(smiling)
G: 'Hahah...that was one nice joke... you've got me, young man!'
O: 'Please siR, i will show you the way'

By the end, he asked me where i was from.. I said, Indonesia..and he replied that he's living in Singapore..but i don't know where he is from.. ah..i don't need to know and more importantly, he did not have to take a walk for 10minutes away...^^
SmiLe'Lah'
SmiLe...and tHe woRLd smiLes witH you!


i tRied to tHinK about this..why didnt it say, 'tHe woRLd smiLe to you' instead? now i have the answeR...weLL fRom my peRspective of couRse...^^ It's tRue that what we do wiLL get back vice veRsa...buT is it the Reason why do we smiLe? so that they wiLL smiLe to us? Not the main Reason.. Hmm..smiLe is Like a viRus.. it is a bend cuRve who stRaighten eveRything...and it is contageus.. when we smiLe to otheR...maybe they wiLL see something bRight inside us.. so they wiLL aLso smiLe to otheR..then so on, so on.... so at the end.. they, the woRLd, wiLL smiLe togetHeR witH us.. at tHen end..it may come back to us.. it staRts witH 'with you' then comeback 'to you'...^^

But still, it's not about what you will get..it's moRe into what you can sHaRe to tHem..^^

hey, have a gReat day feLLas! God BLess you aLL... don't foRget to give ouR biggest smiLes today, juz smiLe Lah!=D

-baik dan benar-
wow..setelah melalap habis satu buku berjudul The Last Lecture -Pesan Terakhir- karya Randy Pausch, seorang profesor,suami,dan ayah dari tiga orang anak yang didiagnosis kanker pankreas danharus menerima kenyataan bahwa hidupnya menunggu waktu, keinginan untuk menulis dengan baik dan benar muncul. Selama ini sebagian besar tulisan saya memang ditulis dengan bahasa Inggris atau bahasa jawa selengekan karena kekikuk-an saya untuk menulis dengan bahasa Indonesia. Ya, bahasa Indonesia saya memang dibawah standar rata-rata -dan setidaknya saya berusaha sekarang^^

Saya harus berterima kasih kepada seorang teman saya yang telah merekomendasikan buku ini.. dan sekarang saya akan merekomendasikan kepada anda! Penuh motivasi dan nilai kehidupan,kalau bisa saya simpulkan seperti itu.. Pewujudan impian masa kecil dan apa yang bisa dipetik dari usaha mewujudkan impian itu apabila impian masa kecil itu tidak dapat terwujud. Nah, kalau mau diteruskan, nanti postingan ini malah akan menjadi postingan ulasan buku -dan saya tidak sedang ingin mengulas karena saya bukan ahli mengulas apalagi mengelas- tapi ada beberapa kutipan dari buku ini yang akan saya ceritakan^^

Jadi begini, saya ini merupakan lulusan baru sekolah perhotelan di Bali dan sekarang bekerja dengan jabatan posisi yang cukup bagus (untuk seorang lulusan baru) di sebuah restoran Indonesia di Shanghai. Beberapa hari belakangan ini saya cukup ragu dengan posisi sebenarnya dalam jabatan saya. Untuk tingkat manajerial menengah ke atas, 3 orang disini mendapat fasilitas 'pesan makanan dari dapur' dan dari hari pertama saya bekerja, saya tidak mendapat penjelasan tentang hal ini dan tidak ada tanda-tanda bahwa saya diberi hak yang sama. Lalu saya berpikir untuk tidak menuntu hak macam-macam karena kemampuan saya juga toh belum teruji. Satu hal lagi yang ada dipikiran saya adalah bahwa sebagai seorang assistant manager, saya seyogyanya membutuhkan kartu nama sebagai bahan kontak langsung dan promosi restauran.

Dalam buku Randy Pausch, dia menulis satu bagian yang berjudul "Yang Perlu Kita Lakukan Hanyalah Bertanya". Saya berkali-kali ingin menanyakan hal ini, namun saya mengurungkan niat saya. Hari minggu lalu, manajer saya memanggil dan menanyakan nomer telepon dan alamat email saya. Ya,saya akan mendapat kartu nama pribadi saya..dan keesokan harinya, berita baik berikutnya menyusul. Saya bisa menggunakan fasilitas 'pesan makanan dari dapur' aH,rupanya memang Tuhan yang menyediakan...dan malamnya saya langsung menggunakan fasilitas itu karena didesak manajer saya untuk memesan makanan... Tahukah anda apa yang saya pesan? Semangkuk bubur ketan hitam...

Kalau begini, saya jadi berpikir bahwa memang kesabaran itu membuahkan hasil. Pada bab lainnya, Randy menulis "Jangan Mengeluh,Bekerja Saja Lebih Keras" apabila kita menggunakan 10% dari energi yang kita gunakan untuk mengeluh untuk bekerja lebih keras..kita akan 33% lebih efektif dan efisien! -saya tidak tahu darimana angka-angka ini- namun itu yang terjadi... apalagi saya tahu bahwa saya tidak sendirian disini..ada teman-teman disana yang mendukung saya dan saya punya Tuhan yang luar biasa.^^

Wah, menulis dengan baik dan benar rupanya gampang-gampang susah..sudah ah, besok disambung lagi...saya sudah mulai mengantuk, mau tidur saja.. oya, saya juga mau memasang foto Bali Laguna, restauran tempat saya bekerja tampak dimalam hari. Seorang teman meminta saya untu memasangnya..

Ini pemandangan dilantai bawah begitu kita masuk dari pintu masuk.. Saya cukup 'takjub' pertama kali melihat hal ini...^^ dan ketika malamnya saya pulang, saya menyempatkan diri untuk mengambil gambar lagi..

Hmm..dan rupanya saya ketiduran sembari menunggu proses upload foto.. terakhir melihat jam, waktu menunjukkan pukul 00.30...sekarang sudah pagi, 8.15... Selamat pagi semua! Tuhan memberkati..^^
text fRom abRoad
Hi Okky! Nice to hear about you. Its a little different shanghai a verl . We hope you a not alome. Ja it was a good time with you. Today we go with ouer nice to a christmas market with a steam train a santa claus. Mutch fun in Shanghai. See u j~rgen a ingeborg.

Text from abroad, sent by a nice couple and two good friends of me..time went so fast..
it's been almost a year when i visited them in Verl,Germany with Agre and Cindy..
We had fun togetHeR.. and now after almost a year, i hope we do stay in each of our heaRts..

I miss you guys...
Greetings fRom Shanghai...^^

pilihanku

beRjuta Rasa-Rasa yang tak mampu diungkapkan kata-kata
dengan beribu caRa-caRa Kau sLaLu membuatKu baHagia
Kau adaLah aLasan dan jawaban atas smua peRtanyaan
yang benaR-benaR KuinginKan HanyaLah Kau untuK sLaLu disini
ada untuKKu

MauKah Kau tuK menjadi piLiHanku
menjadi yang teRaKhiR daLam HiduPku
MauKah Kau tuK menjadi yang peRtama
yang sLaLu ada disaat pagi
ku membuKa mata

ijinKan aKu memiLiKimu mengasiHimu
menjagamu menyayangimu
membeRi cinta membeRi smua
yang engKau inginKan seLama aku mampu
aKu aKan beRusaha
mewujudKan semua impian dan HaRapan
tuK menjadi Kenyataan

jadiLah yang teRakhiR
tuK jadi yang peRtama
tuK jadi seLamanya



-MaLiq n D'EssentiaL-