from facebook
Memasuki hari terakhir di bulan ini...rasanya saya sudah benar-benar kehilangan sentuhan untuk menulis.. (atau lebih tepatnya mengetik). Bulan-bulan ini memang menyibukkan tenaga dan pikiran, karena terbatasnya tenaga kerja di restoran tempat saya bekerja, berbagai aktifitas lain untuk sekedar hang out bareng temen pun jadi terbengkalai dan saya jadi seperti manusia anti-sosial.

Anyway, saya benar-benar merasa diberkati oleh Ms.Lusy, status-status or note di Facebooknya serasa memberikan penguatan ataupun juga pemikiran-pemikiran baru yang setidaknya memalingkan otak saya dari pekerjaan..

"Kalau atap rumah bocor, jangan salahkan hujan... Kalau gak punya uang untuk beli genteng, jangan salahkan pekerjaan yang mesti kamu kerjakan..Belajarlah menjadi betul..." -Lusy Sutedjo-


Belajar menjadi betul? Betul-betul salah satu pembelajaran yang gampang-gampang susah, ataupun susah-susah gampang. Belajar menjadi betul tidak bisa dipelajari hanya lewat teori dan sekolah. Terbentuk melalu serangkaian proses hidup... hampir sama dengan belajar hidup sepanjang hidup.. Masalahnya adalah bahwa definisi betul tiap-tiap individual dibentuk dari nilai atau value hidupnya masing-masing. Dibentuk dari pergaulan dan didikan yang didapat masing-masing. Dibentuk dari prinsip dan pola pikir masing-masing.

dan sepertinya saya juga mesti mengambil kelas belajar menjadi betul ini sekali lagi...dimulai dari diri sendiri dan berharap memberi dampak disekitar saya...

-Ironisnya manusia cenderung bersikap menghakimi satu sama lain,sehingga merasa dirinya yang paling betul-

-Judge not, that you be not judged. For with what judgement you judge, you shall be judge: and with what measure you mete, it shall be measured to you again. Matt 7:1-2-
0 Responses