oya, hari ini tadi saya untuk yang pertama kalinya seumur hidup meminum kopi legendaris Indonesia yang sekaligus jadi kopi termahal seantero jagad raya.. KOPI LUWAK! Hmm.. ceritanya begini, hari ini rombongan bapak menteri dari Indonesia 'numpang' makan di Bali Bistro.. setelah santap malam selesai, mereka minta kopi luwak.. langsung saja saya buatkan.. eeh, ternyata banyak yang minta kopi luwak juga.. karena proses bikinnya yang agak ribet, tentu saja butuh waktu agak lama.. [biji kopi mesti di giling dulu, baru dibuat secara manual] Sekedar info, satu kali proses mendidih, kita hanya bisa menghidangkan 2cangkir kopi.. 2cangkir kopi pertama dan kedua sukses dihidangkan dengan selamat.. Namun malang, ketika saya berhasil menghidangkan 2cangkir kopi ketiga, rombongan terlanjur buru-buru pergi karena ada urusan yang lain.
ya sudah, akhirnya menganggur juga 2 cangkir kopi luwak yang 1nya berharga 280RMB [kurang lebih IDR 350k]. Tapi karena sudah dibuat daripada dibuang, ya sudah saya tenggak saja.. HA! Rasanya memang berbeda dengan kopi kopi lain yang pernah saya minum.. sebut saja kopi jawa, kalosi toraja, atau mandeling sumatera.. terang saja beda! Lha wong bikinnya aja njlimet bin ribet.. mungkin kalau pak menteri mau nggiling bijinya sendiri, harganya bisa lebih murah..haha.. yang pasti, kopi luwak ini memiliki cita rasa tersendiri.. susah dijelaskan dengan kata-kata.. dan juga sekaligus salah satu kopi terenak yang pernah saya minum selain segafredo dan kopi buatan pak woeryanto hidayat... Bagi anda para pecinta kopi, yang pernah merasakan kenikmatan kopi luwak, nah..anda tahu sendiri sensasinya...^^
yang pasti, kopi luwak tidak berhasil mengurangi rasa sakit di punggung saya dan membuat saya tambah merana karena mata saya melek sampai sekarang... fiuh...
nb:pak woeryanto hidayat ini tidak lain tidak bukan adalah bapaknya okky kharisma hidayat yang terkenal itu..
[red:bapaknya yang terkenal, bukan anaknya]
wah..mungkin karena Shanghai belakangan ini suhunya terlalu panas sehingga saya butuh penyegaran..refreshing....
mengutip nguping jakarta :
A: 'Saya ini kalau tidur harus pakai AC, jadi biar pagi bangunnya bisa enak...'
B: 'Oh..mas ini sejenis sawi ya? Kalo pagi mesti segar...'
aih..kali ini saya pengen jadi sawi...jadi kalo pagi selalu segar..
Nah, dalam rangka menyambut datangnya bulan Agustus ini, kami -saya dan manager saya- mengagendakan 2 event besar, pertama tentu saja peringatan hari ulang tahun RI, dan yang kedua adalah dimulainya ibadah puasa untuk umat muslim baik di Indonesia,Shanghai, dan belahan dunia yang lainnya.
Promosi yang kami agendakan ini hanya secuil ide yang terlintas dalam benak dikarenakan waktu yang mepet. Slogan-slogan dari kaos Indonesia yang dijual di Bali Bistro, yaitu 100% Indonesia menjadi salah satu bahan pertimbangan. Tentu saja di negeri yang warga negaranya sungguh sangat jamak ini, jamak pula kuliner yang terdapat di dalamnya. Singkat cerita, dengan rujukan 100%Indonesia ini, kami merundingkan promosi untuk menu baru. (Tentu saja rujukan hidangan pembuka puasa termasuk didalamnya^^)
So, sekedar bocoran saja, Bali Bistro -dengan segera- dengan bangga meluncurkan menu promosi 100% Indonesia-nya, yang terdiri dari menu makanan dan menu dessert...
Kambing bumbu tinoransak ini rasanya hampir mirip dengan garorica, hanya menggunakan daging kambing, karena Bali Bistro ini restaurant halal..
Dendeng Balado ini kabarnya dulu pernah dijadikan menu andalan, tetapi entah mengapa sekarang dicabut dari daftar menu, tapi rasanya bakal menjadi menu andalan lagi..^^
Opor Ayam ini mungkin dalam bahasa Inggris bisa disebut 'White Curry Chicken'
Yang ini jajanan ndeso ala kota, yang sekarang goes international..[Petis Kangkung Goes To Shanghai?]
dan ini untuk menu dessert, yang sekalian dapat dinikmati sebagai hidangan pembuka puasa...
Pisang Bakar ala BB, mungkin bakal jadi salah satu dessert favorit saya =P
Ada yang tahu asal muasal Bubur Sumsum? well, I do really hope this new menu will turn out on blasting...for 100%Indonesia..for Bali Bistro, and for the proud of being Indonesian...
Ngomong-ngomong lagi, visa kerja dan resident permit saya sudah diapprove oleh pihak imigrasi Shanghai..puji Tuhan.. meskipun cuma sampai bulan Maret, karena memang bulan Maret tahun depan ini paspor saya habis masa berlakunya.. Dengan adanya stamp dari pihak imigrasi, status saya sah dan manajer saya menjabat tangan saya dan berkata 'Selamat datang di keluarga Bali Bistro!'
Yep, sekarang ini saya bekerja di Bali Bistro!
but when your heart is broken into pieces, which piece would you follow?
There is quite a confusion between mind and heart..
To do and not to do is just a simple way..
But to feel and not to feel..is the other way..
Fairness is an absurd accumulative for what people have done..
'What goes around comes around' as they spoke..
And when the night has come..there is only darkness you'll find..
The only way is just to follow your heart..
But when your heart is broken into pieces, which piece would you follow?
-nakushita kotoba-
okh
Well, what do I want to say? Rada bingung juga..Belakangan suka blank ga ada topik untuk blogging..yang sebenernya topik itu banyak tapi agak susah memilihnya.. hmm..oke, begini saja, saya cerita secuil kisah saya disini hari ini.
Intro, saya ini suka main musik -meskipun tidak jago-jago amat-. Jadi hari ini saya melayani di gereja sebuah komunitas Indonesia di Shanghai, dimana keadaan urgent yang membuat kami berakustik ria hari ini,dengan 1gitar bolong dan 1bas. Saya senang bisa mulai pelayanan lagi. Tapi sama ketika saya melayani di Amsterdam dulu, sebuah pertanyaan terlintas. Apakah saya memang benar-benar ingin melayani Tuhan, atau saya hanya menyalurkan bakat bermain musik saya??
Saya jadi berpikir dan meninjau kembali tentang visi misi yang telah Tuhan taruh di hati saya. Apa jangan-jangan justru saya tidak memiliki visi dan misi? wah, bisa gawat kalau begitu. Setelah meninjau ulang, sebenernya tidak ada yang salah dengan apa yang Tuhan telah kerjakan. Ya, yang salah ada di saya.
"Bukan kamu yang memilih Aku, melainkan Akulah yang memilih kamu."
Yoh 15:16a
Ya, sayalah yang menjauh... Perbincangan malam ini dengan seorang teman baik saya pun sudah lebih dari cukup untuk berbalik dan meninjau kembali hidup saya. Sekarang saya merasa dia jauh didepan sana...oK, perjalan iman ini memang tidak ada habisnya..dan Dia menjanjikan penghibur..
Lucunya, justru karena sayalah rekan saya ini terpacu untuk bertumbuh lebih dalam bersama Tuhan.. dan sekarang saya percaya dia dipakai untuk mengingatkan saya akan kekuatan bertumbuh dan hidup bersama Tuhan..
terima kasih, nona kecil! Keberadaanmu membuat saya merefleksi kembali kehidupan iman saya bersama Tuhan...
-ditulis saat hujan lebat disertai angin kencang di Shanghai, yang cuacanya makin hari makin aneh saja-
Pecahan kecil koin mata uang China untuk 10 sen ini diberi nama mao, 10 mao sama dengan 1 yen atau di Shanghai ini orang menyebut dengan pecahan 'kuai' (1kuai=1RMB/1yen)
Nah, begitu saya cek lagi di Naga Bonar saya ini ternyata koleksi hit single opening ending Naruto ini cuma sedikit saja. Cuma ada Kanashimi wo Yasashisha Ni, Yura-Yura, Home Sweet Home, Distance, Harmonia, en Naruto Ondo. Bahkan first single Wind-nya Akeboshipun saya tidak punya. Ya sudah, gara-gara penasaran maka saya search saja di salah satu search engine tersohor sejagad raya milik Google [yang katanya sebentar lagi sudah meninggalkan Negri Tirai Bambu]. Akhirnya saya mendownload beberapa lagu yang easy catching dan tentu saja enak didengar.
Nah salah satu lagu yang saya download ini judulnya 'Nakushita Kotoba' [The Lost Word], ciptaan No Regret Life..Lagu lama dari jaman Naruto belom go shippuden. Ini ending 9, sewaktu Sasuke memutuskan untuk pergi dari Konoha Village.
Ini sekalian saya embed videonya juga..
Kono omoi wa mune ni shimatte okou
[demo, boku no kibo] Nakushite Shimatta [tte inai]
I'll keep this love in my heart
[but, i hope] I've lost you [not]
T: "Ah..everything is fine but it is not what I expected from Balinese food...Your rendang is too dry, and your chicken curry is too sour"
Begitu katanya.. Asumsi saya mengatakan bahwa impresi yang tertanam di kepala si bule adalah bahwa rendang itu agak basah dan kari ayam itu mestinya tidak masam. Sebentar, bukannya rendang itu masakan asli Padang? Bukannya Indonesia memiliki belasan bahkan mungkin puluhan tipe kari? Kalau saya bilang, Nasi Opor Ayam, bukankah kalau saya translate ke bahasa Inggris bisa dikatakan 'Chicken Curry Rice'?
Si bule tidak salah, karena memang apa yang dia makan pada saat dia berada di Bali pun adalah rendang daging yang agak basah dan kari ayam yang tidak terlalu masam dan dia menganggap itu adalah masakan Bali. Masalahnya di Bali sendiri, berbagai macam restaurant Indonesia berlabel Balinese food yang didalamnya pun bukan 100% Balinese food tetapi adalah masakan Indonesia nusantara.
Anggap saja saya ini bule juga, saya pergi berlibur ke Bali dan makan di restoran A sepiring rendang padang agak basah. Si bule anu makan di Restoran B rendang yang kering. Ketika saya berkunjung ke Shanghai dan makan di sebuah restoran Indonesia dan mereka menyajikan rendah padang yang kering, KLOP! Paradigma saya berkata bahwa ini bukan rendang Indonesia, rendang Indonesia mestinya agak basah. Di satu sisi, bule anu berkunjung pula ke restoran yang sama dan berkata bahwa, ow, restoran ini benar-benar menyajikan makanan Indonesia. Mana yang benar?
Ya, Indonesia ini satu, nusantara, tapi bermacam-macam. Seperti slogan yang dibawa oleh Indonesian Pavilion pada perhelatan Shanghai Expo ini, Unity in Biodiversity. Bhineka Tunggal Ika, bermacam-macam tapi tetap satu juga. Satu pulau saja, katakan Pulau Jawa, soto ayamnya bisa cem-macem kok. Ada Soto Madura, Soto Lamongan, Soto Kudus, dan embel-embelnya, apalagi satu negara, bisa berantem kalo Sotonya diharuskan cuma ada 1jenis.
Begitu juga dengan saya, kalau misalkan saya dulu berkunjung ke swiss dan menikmati Cheese Fondue ala Montreux, lalu saya makan di Restoran Swiss di Shanghai dan mendapatkan sebuah Cheese Fondue yang berbeda, bisa komplainkah saya? Kalau saya makan sebuah masakan ala Yunani yang baru pertama kali saya makan, bukankah seharusnya saya menghargai masakan mereka? Ya ini masakan ala mereka, ala Yunani, wong ya bukan makanan sehari-hari saya. Kalau saya tidak suka, apa bisa saya bilang 'Masakan Yunani itu tidak enak'? Bukannya mestinya saya bilang 'Saya tidak cocok dengan masakan Yunani'?
hmm..sebuah tanda tanya tidak begitu besar terlintas di benak saya..
sudahlah, saya tidur saja, daripada jadi skeptis karena masalah rendang dan kari ayam.. Hahaha....selamat malam semua!!^^ Tuhan memberkati!
The result was indeed surprising. Those sign of the animal has its own meaning for each. Tiger represents pride, Horse represents family, Cow represents carrier, Sheep represents love, while Pig represents money. So if I look it as the priority in my life, the sequence is pride-family-carrier-love-money. Hmm...well I think it is INDEED true.
FACT
Somehow, some guest's order didn't come out for so long. I checked the order in the computer and he didn't order the food he's been waiting for. I asked him who took the order for him and he answered me "I ordered to one of you Indonesian waiter". That took me less than a second to replied him back. 'Im sorry sir? You ordered to Indonesian waiter? I am the ONLY Indonesian here and the rest are Chinese and Filipino. So if you don't mind if I ask you if he mentioned himself to you that he was Indonesian?' The guess then took his words, mentioned that he was only thinking since both Filipino and Indonesian looked similar for him. [Indeed, it's my PRIDE]
I was running out of nominal [red:money] when at the moment my family gave a phone call, saying that they are in need in urgent matter. The next day I put my nominal in my bank account, to be used for my family in Indonesia. I didn't think it twice. [FAMILY is my second priority after my pride?]
I chose to leave from my previous company since I'm stuck in the middle end of my carrier in hospitality. I want to spread my wings and aim for higher. [CARRIER, in fact that my pride was being stepped by those majority is my main reason of going out]
At the moment, I have no time to think about love since I was way too busy with work. [my next priority after carrier was LOVE?]
See my second fact, I was running out of nominal to be able to send my nominal way back there.. I'm not concerned about how much my new company are able to pay me, as long as I can grow my skill and my carrier there.. [MONEY was the least of all?]
Anyway, what a quiz...
Above all, what I'm concerned now is how God has been so good to me. He sent HIS angel surrounds me. Everything happens to me is by chance HIS handwriting in my life..err, I might have my pen to write, but HE has the eraser..
Langit Shanghai masih mendung, dibelahan lainnya tampak merah menggantung. Cuaca belakangan ini tidak ramah, hujan mengguyur kota tanpa diundang, panas menyengat malam tanpa diantar. Ah, rupanya kata orang, inilah musim panas di Shanghai. Malam ini saya menyendiri, merenung dan berpikir.
Sejenak tadi saya masih berada di Huashan Road bersama teman baik saya, sambil pijat kaki dan menonton pertandingan Jerman vs Inggris, sambil bercakap tentang pekerjaan baru saya. Kami berbincang tentang nominal gaji. Teman baik saya berkata, "Hei Okky, waktu saya seumur kamu, saya baru saja memulai karir F&B saya, gaji saya pertama kali waktu itu hanya 1500RMB dan saya hanyalah seorang pelayan. Kamu mestinya bangga dengan apa yang kamu dapatkan sekarang." Saya hanya diam dan tidak memberi komentar. Sama seperti apa yang waktu itu seorang pelayanan restoran lama tempat saya bekerja tanyakan..dia bertanya mengapa saya tampak kelelahan, apakah saya belum pernah bekerja sebagai pelayan sebelumnya.
Bagi mereka, apa yang mereka lihat adalah hal yang sudah ada didepan mata.. Saya tidak menceritakan kisah hidup saya sebelumnya didunia hospitality kepada mereka. Bahwa saya pernah menjadi seorang pelayan, housekeeper public area, membersihkan toilet umum, cook helper, sampai tukang cuci piring.
Mereka kadang mencibir dan menyanjung..memuji sekaligus memandang sebelah mata.. Saya pernah harus bangun pukul 5pagi karena mesti menyiapkan breakfast pukul 5.30pagi.. Saya pernah memulai kerja pukul 11malam dan pulang kerja keesokan paginya pukul 11siang, karena saya mesti mengatur bill tamu yang sangat rumit. Dan ketika saya mengatur orang untuk berbuat sesuatu yang baru, mereka mengeluh dan mengumpat..'Mentang-mentang dia manajer, dia bisa menyuruh orang sesuka hatinya..'
Jangan pernah membandingkan hidupmu dengan hidup orang lain, karena kalian tidak tahu apa yang mereka sudah alami dan sedang alami..
Saya merasa berada diantara orang-orang yang tidak mau diajak maju.. 'Jika kamu tidak bisa melawan mayoritas, jadilah di pihak mayoritas'-itulah pola berpikir mereka. Saya akan setuju dengan mayoritas apabila benar, tetapi ada kalanya bahwa mayoritas tidak selalu benar.. Dan membenarkan mayoritas jauh lebih mudah daripada memihak kebenaran minoritas.
Banyak orang bertanya kepada saya, kenapa saya memutuskan untuk berhenti dari tempat kerja saya yang lama.. Kurang lebih, bahwa karena saya memutuskan untuk maju satu langkah, dan itu sudah cukup bagi saya untuk keluar dari tirani mayoritas.
Pada lomba lari marathon Des Sables saya ini...saya tidak tahu apakah saya keputusan saya ini ibarat saya melempar handuk putih, atau ibarat saya baru saja melangkah maju untuk mencapai garis finish.. Tapi yang pasti, saya tetap masih tersenyum..menyongsong perlombaan yang belum berakhir.
balilaguna-fin
catatan kaki:
'You are stupid! S-T-U-P-I-D!' was mostly the sentence shouted by the boss to mostly all the management.. while it came out that the other staff -that has been resigned before- said, only stupid stays and it was enough for a stupid like me to leave. Yes, for a stupid, I'm quite smart.(",)
well...Last time I promised Bobby to put the shirt he requested, from the uniqlo shop, a one piece collection..so, just like the title of this posting.. sekedar nampang, ini baju juga sekedaR nampang...^^
Shanghai, 23rd May 2010
To: Mr.Edwin Ng
Owner of Bali Laguna Restaurant
1649 Nanjing West Rd (inside Jing An Park)
Dear Mr.Edwin,
The purpose of this resignation letter is to inform you that I will be leaving my position in Bali Laguna restaurant as an Assistant Manager effective on 23rd of June 2010, because of my small contribution for the company due to my lack of experiences.
I never thought that I would leave such a good company like this but the things just do not get well enough for me to stay and this is also a difficult decision to make. I do appreciate for all the things that I have learned during my 7-months employment here in Bali Laguna.
I also would like to apologize to all of the management and staff if during my employment in Bali Laguna there were mistakes that I have made.
Please let me know if there is any I can help during the transition. I hope Bali Laguna will be always a pleasant place to work and have a good business for the future.
Sincerely Yours,
Okky Hidayat
Well, tomorrow is my last working day on this restaurant. I'd never regret of my decision to leave, indeed, I'm looking forward what lies beyond..
Ready,Steady,GO!!
nb:I've been hiatus for this recently one month since my laptop is broken. My malfunction of this Naga Bonar made its motherboard went crazy.. It took more than 3 weeks to repair since Shanghai HP' headquarter didn't have the spare of my spec motherboard, so they needed to order from Beijing's headquarter.
and now, I'm back again^^




