Could you guys see it clearly? It's quite a coincidence that I have this wine cap written my special number on the top of it.. It's Italian San Marino D'Abruzzo, 19187 I had with Adi, Silva, and Christina..The night before Christina went back to Korea... Spent only a bottle, we had a bit damage on our brain, since the party for Gold Cider took place an hour before..a bit too much alcohol contains in the blood vessel..eh?
Adi came out later alone, since we tried to call Lisa to know that she was sleeping..and of course at that time her mother was in Shanghai..
Anyway, the wine is good..and I should have kept the cap for my lucky number..19187, it's my birthday, isnt it?
So, I just sit here having a cup of hot ginger tea while browsing the good movie to watch until Dela from Kaskus posted her last, that was Solanin... Brought to the movie version from the manga version, took me a while to search and to download it, which was success by the end of the evening..
Don't want to rush, I read the manga first.. The story of Meiko and Taneda, a couple who tried their best to make life goes on and everything is ok, soon to be broke up after Taneda's band #1 cover getting rejected in the record company..Left them in a conclusion that the band's over...and finally when Meiko heard what's the song is all about... it was a farewell song...
Good Bye, I don't care - You'll make it somewhere I can manage on my own - And it's what I'm gonna do
I haven't finished reading the manga, but I would be sure that this quite an interesting manga and movie..
Interesting in the movie? here is the link for thetrailerand the manga
Wah, ternyata sudah sebulan saya absen posting disini..haha..ok, I'm back...Di bulan Agustus -yang sudah mau lewat ini- ada 1 even besar untuk orang-orang Indonesia di Shanghai. Ya, perayaan 17 Agustus (yang dirayakan tanggal 21 Agustus, errr...) dengan tajuk Pesta Kampung 17an... Acara yang diselenggarakan oleh Inacham ini dihadiri oleh kurang lebih 250-an warga Indonesia di Shanghai, mulai dari warga senior, para pelaku bisnis, pekerja, dan juga pelajar.
Acaranya sendiri diadakan di Rendeszvous Hotel Shanghai, yang berlokasi di West Yan An Road. Berlangsung dengan menarik, acara Pesta kampung ini diramaikan oleh upacara bendera 17an, lomba bola pingpong, lomba joget, dress code terbaik, grand prize tiket Garuda pulang pergi Shanghai-Denpasar, dan yang tidak kalah penting, kuliner Indonesia mulai dari kolak pisang peneman buka puasa, kue talam dan wajik, semur daging, opor ayam, gado-gado, sampai udang balado, yang setidaknya diharapkan dapat menjadi obat tombo kangen bagi para warga Indonesia di Shanghai ini... Sayangnya, saya belum bisa memasang foto-foto disini... yah, semoga nanti kalau sudah dapet mentahannya... bisa update di postingan lain...
Oya, dibulan ini saya juga inign mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri bagi teman-teman yang merayakan, mohon maaf lahir dan batin apabila ada kata-kata yang kurang berkenan diblog ini....
oke, sekian dulu update singkat dari saya... Eh hujan gerimis aja belakangan di Shanghai... Sampai jumpa di bulan September!!!
Menilik sedikit jejak 'Ceritarasa William Wongso, Kumpulan Resep Alternatif' yang didapat pada kunjungannya ke Shanghai beberapa hari lalu, benar-benar menggugah selera. Sesuai dengan kenyataannya, bahwa tradisi kuliner Indonesia adalah yang paling marak jenis dan variasinya didunia. Satu masakan contohnya, soto, ada soto medan, soto betawi, soto lamongan, soto kudus.. Sate? Sate Madura, sate blora, sate padang... Bahasa gaulnya, GA ADA ABISNYE!
Beberapa resep baru pertama kali saya temui setelah hampir 25 tahun lahir dan berwarga negara Indonesia..-bukan warga negara yang baik mungkin-.. Pecak Ikan dan Pucung Ikan.. Makanan khas betawi? Yang pasti, ikan gurami berbumbu pecak dan pucung ini penuh dengan cita rasa yang khas, dengan campuran rempat kunyit, jahe, kencur, kemiri, asam jawa, sereh, lengkuas, daun salam, gula jawa...ah..jadi tidak sabar rasanya mencoba resep dan menikmati Pecak Ikan ini.. (ya, kalo saya tidak pecak ndase)
Saya bagi sedikit tentang resepnya deh...
Bahan: 3 ekor ikan gurami 200g bawang merah giling 40g kunyit giling 75g jahe 75g kencur giling 75g kemiri 1l air 30g asam jawa 100g sereh giling 150g lengkuas giling 4lbr daun salam 150g gula jawa 100g cabe merah besar giling 1l minyak goreng Garam secukupnya
method:
1. Semua bumbu dapur dilumatkan dengan blender sampai halus 2. Panaskan minyak untuk menumis bumbu yang telah diblender hingga setengah matang dan harum, masukkan air 3. Masukkan daun salam dan masak hingga mendidih, tambahkan gula jawa, asam jawa, dan garam 4. Tambahkan tomat yang sudah dipotong dadu dan bawang bombay, masak hingga layu. Terakhir masukkan ikan yang sudah digoreng
Greeting from Shanghai!! IT IS getting cold here now.. but anyway, I just happened to be in a cafe called LIFE CAFE some times ago, and my first impression was.. WOW! It's so home made cafe which makes you feel at home.. all the menu there is handmade, the dessert also, and the coffee, you can find a lot of traditional coffee.. even the kupu kupu bali coffee also was on my sight too...^^
On the second floor, there are two rooms, one is for the wine cellar and library, the other is like mini home cinema where you can watch your favorite movie with its home theater, for free! all you need is just buy some cheese cake or hot chocolate while enjoying your movie..=D
The location itself is hidden in Julu Road, it doesn't look like cafe since it's merged with so like old house..but yes, it's a secret little wonderland.. It's amazed me..and what amazed me more is that this cafe is run by only 2 person.. the wife and her husband.. haha..makes me want to run another kind of this...
I put some of the picture, using slide application, you can check it [here]
ENJOY!!
picture was edited by Jessice Xie, thanks for bringing me there!^^
Seperti biasanya, saya suka membaca tulisan-tulisan dari blog lain.. Salah satunya adalah tulisan kakak rohani saya sewaktu kecil, yaitu Kak Wahyu Pramudya, yang sebenarnya mesti saya panggil Pak sekarang mengingat statusnya yang sudah menjadi seorang ayah..=D
Dalam blognya, [here], Kak Wahyu bercerita tentang bagaimana anaknya, Alden, sudah terbiasa dengan perjalanan dari rumah pastori ke gereja dan ketika suatu hari Kak Wahyu lewat jalan lain karena jalan yang biasanya dilalui macet, Alden memprotes setengah mati.. Bagaimanapun dia menjelaskan kepada Alden, Alden tetap tidak mau mengerti mengingat keterbatasan pikirannya.. Namun ketika mereka sudah sampai di gereja,keluhan Alden berubah menjadi pujian.. 'Papa pinter', begitu katanya..
Begitulah yang sering kita, manusia, keluhkan mengenai rancangan-rancangan Tuhan kepada kita.. karena keterbatasan pikiran kita, kita merasa lebih superior dari Tuhan tanpa mau berserah kepadaNya.. terkadang kita berdoa, melimpahkan segala keluh kesah kita..Tuhan bak tempat sampah dimana kita mengeluarkan semua unek2 tanpa mau bertanya apa yang sebenarnya Tuhan mau kita lakukan..
Kehidupan kekristenan adalah sebuah gaya hidup..gaya hidup yang bersandar kepadaNya..berserah dan yakin tentang apa yang Tuhan sedang kerjakan didalam hidup kita...
Saya sering mendengar kata-kata September ceria...tapi rasanya saya sudah lupa kapan terakhir saya merayakan september ceria.. Yang jelas, dibulan ini beberapa teman baik merayakan ulang tahunnya.. Sebut saja Anne Soraya (5th), Agredevina (6th), Elik Surya (10th), dan yang terakhir kemarin Arnold Esa (12th)... OK, Selamat ulang tahun buat kalian... semoga berkat Tuhan selalu melimpah dalam hidup kalian, diberkati dengan luar biasa dan menjadi berkat buat sekeliling kalian...^^
Selanjutnya, keceriaan bulan ini juga ditambah dengan kedatangan teman baik dari Belanda ke Shanghai dalam rangka furniture exhibit, Donna dan Jan, meskipun sebentar saja bersua..namun sharing hal-hal menyenangkan membuat keceriaan semakin bertambah..
Dibulan ini juga kita merayakan Idul Fitri...hari kemenangan umat muslim... dan saya juga percaya banyak dari keluarga yang bisa mudik bertemu dengan keluarganya, melepas kangen... Yah, meskipun saya ga bisa mudik juga...tapi setidaknya saya bisa menikmati keceriaan keluarga saya yang berkumpul di Semarang... Ya, keluarga Cileungsi [Om Yok, Ik Na, Fefe] mudik ke Semarang...dan mengajak kami untuk ber-webcam ria.. meskipun sebentar.. rasanya kangen terobati melihat wajah2 penuh keceriaan keluarga besar Sutedjo... Apalagi dtambah wajah kocak botak ala Kenan..adik sepupu paling kecil... haha..menyenangkan.. Terakhir kami berkumpul bersama tahun 2007...acara natalan Keluarga Besar Sutedjo...
yap..September ceria... saya tambah bersemangat ketika teman baik saya, Arnold dan Icha, merencanakan liburan ke China...hmmm... terakhir kita ber3 bersama di Belanda... semoga Shanghai menyusul...^^
okelah..mengutip wejangan Engkong tercinta... "yang penting bersyukur... kita mengeluh tidak punya sepatu...sedangkan ada orang-orang yang tidak punya kaki.." dan seperti roda..hidup kadang kalanya dibawah dan diatas... saat kita dibawah...tengoklah ke atas untuk jadi motivasi..dan saat kita diatas...lihatlah kebawah untuk tetap rendah hati....
Hmmm... saya secara tidak sengaja membaca sebuah note di Facebook, dikatakan merupakan note Bp.Dahlan Iskan, dirut PLN.. pemaparannya tentang hujatan-hujatan masyarakat kepada PLN.. Note yang berjudul risiko dihujat ini mungkin merupakan uneg-uneg dan semangat untuk merubah wajah PLN yang sudah coreng-moreng.. Saya sendiri sering membaca status teman-teman di Facebook tentang 'Listrik naik tapi byar-pet jalan terus'nya PLN..
oke, saya copy paste saja note Pak Dirut..
Risiko Dihujat
LISTRIK di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta padam. Heboh. Ribuan penumpang ngomel, marah dan menghujat. Terutama menghujat PLN. Dan juga tentu menghujat saya. Apalagi mati listrik itu terjadi pada waktu puncak-puncaknya: menjelang jam penerbangan pertama, di hari Jumat yang lebih ramai daripada hari apa pun, dan menjelang bulan puasa di mana banyak orang akan melakukan perjalanan suci berbakti kepada orang tua, termasuk ke kuburan mereka.
Nama PLN yang selama ini sudah buruk itu hancur lebur di Bandara Soekarno-Hatta pagi itu. Bahkan, hancur di mata seluruh bangsa Indonesia. Sebuah headline surat kabar yang memang biasa mengkritik PLN menulis: Byar-pet telah memalukan bangsa!
Sungguh masuk akal bila hari itu tidak ada satu pun orang yang berpikir bahwa mati lampu di bandara tersebut bukan kesalahan PLN. Masuk akal juga kalau tidak ada yang berpikir bahwa bisa saja instalasi listrik di dalam bandara itulah yang mengalami gangguan. Bahkan aneh sekali. Mengapa UPS yang mestinya otomatis mengambil alih daya listrik secara darurat itu tidak jalan.
Begitulah hukum alam. Seorang koruptor yang istrinya dua dan rumahnya mewah akan kelihatan lebih jahat daripada seorang koruptor yang lebih besar tapi istrinya satu dan rumahnya biasa saja karena berhasil menyimpan uangnya di luar negeri yang tidak ketahuan siapa pun.
Ada cerita lainnya: Kontraktor Jepang, Mitsubishi, mengerjakan pemborongan pembaruan pembangkit listrik di Muara Karang, Jakarta. Alat beratnya menghantam instalasi listrik dan membuat sebagian kawasan Jakarta padam. Hari itu nama PLN juga babak belur. Masyarakat Jakarta sudah trauma. Bisa-bisa akan berbulan-bulan lagi terjadi pemadaman bergilir. Meski hari itu listrik bisa dipulihkan dalam waktu lima jam, tapi nama sudah terlanjur hancur.
Orang tahunya PLN itu memang sudah parah. Tidak mungkin Mitsubishi bisa salah. Pasti PLN yang salah. Apalagi pihak Mitsubishi yang semula sudah setuju untuk meminta maaf secara terbuka ke publik, akhirnya menolak. Alasannya kantor pusatnya di Tokyo tidak setuju. Saya memaklumi alasan itu, karena begitu perusahaan itu minta maaf akan sangat rawan gugatan. Siapa pun yang menggugat, Mistubishi akan langsung kalah. Sudah minta maaf, berarti sudah mengakui berbuat salah. Di mata Mitsubishi barangkali muncul logika ini: sekalian saja biar PLN yang salah.
Di kota Pematang Siantar (Sumatera Utara), masyarakat yang baru saja menikmati hilangnya pemadaman bergilir bertahun-tahun, menghujat PLN lagi. Kali ini listrik di kota itu memang padam cukup luas. PLN hanya bisa menerima hujatan itu, meski mati lampu tersebut sama sekali tidak disangka-sangka. Hari itu seseorang yang lagi marah mengamuk membabi-buta. Ini karena jaringan di rumahnya diputus akibat ketahuan mencuri listrik. Diam-diam dia pergi ke suatu tempat yang vital. Mengamuk dan memutuskan jaringan penting listrik di sana. Polisi memang berhasil menangkap orang tersebut, tapi kekecewaan masyarakat yang listriknya mati tidak terobati.
Di Cianjur Selatan (Jawa Barat) masyarakat juga marah. Hari itu hujan angin luar biasa hebatnya. Disertai petir dan halilintar. Jaringan di Cianjur Selatan putus. Pemulihannya memerlukan waktu lebih dari lima jam. Kali ini PLN benar-benar salah.
Setelah diperiksa, ternyata jaringan ini terlalu panjang tanpa dipasangi LBS di tengah-tengahnya. Jaringan ini panjangnya 15 kilometer tanpa LBS sama sekali. Seharusnya, setidaknya di tiap 3 kilometer dipasangi LBS. Dengan demikian kalau pun listrik mati karena bencana alam, akan lebih cepat memperbaikinya. Tidak harus lebih lima jam seperti itu. Bahwa petugas harus memulihkan jaringan itu sambil mengarungi hujan badai, itu sudah biasa. Tapi, bahwa tidak ada LBS di tengah-tengah jaringan panjang itu, memang kesalahan sistem di PLN.
Setelah kejadian itu, seluruh Indonesia diminta memeriksa di mana saja ada jaringan yang terlalu panjang yang tidak dipasangi LBS. Rasanya tidak perlu dijelaskan apa itu LBS, karena begitu banyak peralatan listrik yang memang sulit dijelaskan. Dan tidak perlu. Yang penting listrik jangan mati.
Ternyata memang banyak listrik mati akibat kesalahan sistem PLN seperti itu.
Yang terakhir ini kesalahan saya juga: Waktu saya ke Istana Bogor Jumat lalu, saya menyempatkan diri menemui dan berdialog dengan karyawan PLN di Bogor. Hari sudah malam. Di luar lagi hujan deras. Saat itulah radio panggil petugas PLN bersuara: Lima tiang listrik di lereng Gunung Salak roboh. Saya bertanya, jam berapa ini. Sekitar jam 22.00.
Saya terus mendengarkan dialog di pesawat komunikasi itu. Suaranya agak kurang jelas. Rupanya petugas di sisi sana lagi di tengah-tengah hujan. Dia sudah berusaha untuk bersuara sekeras mungkin tapi masih kalah dengan suara angin ribut. "Jurangnya dalam sekali," bunyi suara di radio komunikasi itu.
Dari seberang sana terdengar pertanyaan apa yang harus diperbuat. Jiwa saya terbelah. Di satu pihak saya membayangkan alangkah menderitanya masyarakat yang listriknya padam di lereng gunung Salak itu. Di lain pihak saya bergulat dengan perasaan: Akankah saya memaksa petugas itu untuk memulihkan tiang listrik di bibir jurang yang dalam di tengah kegelapan malam yang berhujan itu? Akankah saya harus mengorbankan jiwa mereka?
Saya tercenung agak lama. Kadang sebuah keputusan begitu sulitnya.
Bahwa PLN dan saya dihujat, baik akibat kesalahan sendiri maupun bukan, tidak bisa dihindari. Tidak ada resep yang lebih baik kecuali terus bekerja keras.
Saya hanya ingat ketika awal-awal membenahi Jawa Pos pada 1982. Waktu itu begitu lemahnya Jawa Pos sehingga orang Surabaya sendiri tidak tahu di mana alamat Jawa Pos di Jalan Kembang Jepun itu.
"Di mana sih Jawa Pos itu?"
"Di depan Bank Karman," jawab saya.
Bank Karman. Begitu kecilnya bank itu, tapi masih lebih terkenal daripada Jawa Pos. Maka timbul dendam dalam jiwa saya: saya harus membuat Jawa Pos setidaknya akan menjadi lebih terkenal dari Bank Karman! Kalau suatu saat ada yang bertanya di mana itu Bank Karman, akan saya jawab dengan gagah berani: di depan Jawa Pos!
Dendam yang sama kini muncul di jiwa saya. Saya harus membuat PLN lebih terkenal daripada bandara Soekarno-Hatta. Dengan demikian kalau suatu saat ada mati lampu lagi di Bandara Soekarno-Hatta, orang tidak lagi menghujat PLN. Saya serahkan kepada-Nya mengenai hasilnya. (*)
Menarik...saya kagum dengan kegamblangannya dan kemauannya untuk 'balas dendam' membuat PLN lebih terkenal daripada Soekarno-Hatta.. Ini juga sekaligus pe-er yang rasanya tidak bisa dikerjakan sendirian, tapi harus dengan bantuan masyarakat semua..
Saya mendukung anda, Pak Dirut! Tidak ada resep yang lebih baik kecuali terus bekerja keras..dan hasilnya serahkan saja kepada-Nya!
Greeting from Shanghai. OK..I've been living here in Shanghai for like 9months and during those 9months, I have moved house 3times! haha..quite interesting and it means I move house every 3months in average. Hmm, let see.. my first house was in Yan Ping Road-Wu Ding Road.. then I moved to Huashan Road-Yan An Road to live together with Jojo.. After about 1 or 2 months, I moved again to Tong Chuan Road- Lan Gao Road, where I lived only in a small room, yet big enough for me.... Just yesterday, I moved house to Yan Ping Road-Xinzha Road... Quite nomade life I had here in Shanghai eh?
Hmm..anyway, this week it's quite busy week for Bali Bistro..The new menus are going like blasting since we will have another promotion for Indonesian Independence Day this 17th of August..
The bad news is... Naga Bonar goes back to HP service centre..Hm, maybe it's time for me to have another notebook...
ah, I've got not so interesting stuff to tell at the moment I guess... but I read a sentence in my Learning Chinese Book says 'When you are in Roma, do it like Romans'
selamat malam... kali ini saya posting dengan kesusahan.. jadi ceritanya tadi saya ini nganter makanan, nasi tumpeng beserta kroni-kroninya gitu.. sebenernya gak gitu berat, tapi entah kenapa punggung saya jadi sakit setelah angkat2 gituan.. mungkin karena sudah lama juga saya tidak olahraga...
oya, hari ini tadi saya untuk yang pertama kalinya seumur hidup meminum kopi legendaris Indonesia yang sekaligus jadi kopi termahal seantero jagad raya.. KOPI LUWAK! Hmm.. ceritanya begini, hari ini rombongan bapak menteri dari Indonesia 'numpang' makan di Bali Bistro.. setelah santap malam selesai, mereka minta kopi luwak.. langsung saja saya buatkan.. eeh, ternyata banyak yang minta kopi luwak juga.. karena proses bikinnya yang agak ribet, tentu saja butuh waktu agak lama.. [biji kopi mesti di giling dulu, baru dibuat secara manual] Sekedar info, satu kali proses mendidih, kita hanya bisa menghidangkan 2cangkir kopi.. 2cangkir kopi pertama dan kedua sukses dihidangkan dengan selamat.. Namun malang, ketika saya berhasil menghidangkan 2cangkir kopi ketiga, rombongan terlanjur buru-buru pergi karena ada urusan yang lain.
ya sudah, akhirnya menganggur juga 2 cangkir kopi luwak yang 1nya berharga 280RMB [kurang lebih IDR 350k]. Tapi karena sudah dibuat daripada dibuang, ya sudah saya tenggak saja.. HA! Rasanya memang berbeda dengan kopi kopi lain yang pernah saya minum.. sebut saja kopi jawa, kalosi toraja, atau mandeling sumatera.. terang saja beda! Lha wong bikinnya aja njlimet bin ribet.. mungkin kalau pak menteri mau nggiling bijinya sendiri, harganya bisa lebih murah..haha.. yang pasti, kopi luwak ini memiliki cita rasa tersendiri.. susah dijelaskan dengan kata-kata.. dan juga sekaligus salah satu kopi terenak yang pernah saya minum selain segafredo dan kopi buatan pak woeryanto hidayat... Bagi anda para pecinta kopi, yang pernah merasakan kenikmatan kopi luwak, nah..anda tahu sendiri sensasinya...^^
yang pasti, kopi luwak tidak berhasil mengurangi rasa sakit di punggung saya dan membuat saya tambah merana karena mata saya melek sampai sekarang... fiuh...
nb:pak woeryanto hidayat ini tidak lain tidak bukan adalah bapaknya okky kharisma hidayat yang terkenal itu.. [red:bapaknya yang terkenal, bukan anaknya]
YeP! Sekarang ini saya bekerja di Bali Bistro.. sebuah restauran Indonesia di Shanghai yang terletak di Jing'An distrik. Sudah kurang lebih 1bulan saya bekerja di sini yang puji Tuhan atmosfer kerjanya jauh lebih baik daripada tempat kerja saya yang lama. Ya, restauran yang relatif masih seumur jagung ini memang sedang bertumbuh dan berkembang menuju kemapanan, sebanding lurus dengan saya yang juga masih seumur jagung di dunia kerja ini. Saya juga berharap untuk bertumbuh dan berkembang bersama menuju kemapanan, baik secara lahiriah maupun batiniah.
Nah, dalam rangka menyambut datangnya bulan Agustus ini, kami -saya dan manager saya- mengagendakan 2 event besar, pertama tentu saja peringatan hari ulang tahun RI, dan yang kedua adalah dimulainya ibadah puasa untuk umat muslim baik di Indonesia,Shanghai, dan belahan dunia yang lainnya.
Promosi yang kami agendakan ini hanya secuil ide yang terlintas dalam benak dikarenakan waktu yang mepet. Slogan-slogan dari kaos Indonesia yang dijual di Bali Bistro, yaitu 100% Indonesia menjadi salah satu bahan pertimbangan. Tentu saja di negeri yang warga negaranya sungguh sangat jamak ini, jamak pula kuliner yang terdapat di dalamnya. Singkat cerita, dengan rujukan 100%Indonesia ini, kami merundingkan promosi untuk menu baru. (Tentu saja rujukan hidangan pembuka puasa termasuk didalamnya^^)
So, sekedar bocoran saja, Bali Bistro -dengan segera- dengan bangga meluncurkan menu promosi 100% Indonesia-nya, yang terdiri dari menu makanan dan menu dessert...
Kambing bumbu tinoransak ini rasanya hampir mirip dengan garorica, hanya menggunakan daging kambing, karena Bali Bistro ini restaurant halal..
Dendeng Balado ini kabarnya dulu pernah dijadikan menu andalan, tetapi entah mengapa sekarang dicabut dari daftar menu, tapi rasanya bakal menjadi menu andalan lagi..^^
Opor Ayam ini mungkin dalam bahasa Inggris bisa disebut 'White Curry Chicken'
Yang ini jajanan ndeso ala kota, yang sekarang goes international.. [Petis Kangkung Goes To Shanghai?]
dan ini untuk menu dessert, yang sekalian dapat dinikmati sebagai hidangan pembuka puasa...
Kopyornya pakai kopyor sintesis, 5thumbs up for Mr.Jo, my manager!
Pisang Bakar ala BB, mungkin bakal jadi salah satu dessert favorit saya =P
Ada yang tahu asal muasal Bubur Sumsum?
Oya, semua foto yang ada dalam gambar ini adalah foto yang diambil kemaren pada saat pemotretan..(copyright of Bali Bistro?) hanya sedikit pengeditan menggunakan photobucket..
well, I do really hope this new menu will turn out on blasting...for 100%Indonesia..for Bali Bistro, and for the proud of being Indonesian...
Ngomong-ngomong lagi, visa kerja dan resident permit saya sudah diapprove oleh pihak imigrasi Shanghai..puji Tuhan.. meskipun cuma sampai bulan Maret, karena memang bulan Maret tahun depan ini paspor saya habis masa berlakunya.. Dengan adanya stamp dari pihak imigrasi, status saya sah dan manajer saya menjabat tangan saya dan berkata 'Selamat datang di keluarga Bali Bistro!'
yi-mao (1mao, 10sen) juga duit! Pecahan kecil koin mata uang China untuk 10 sen ini diberi nama mao, 10 mao sama dengan 1 yen atau di Shanghai ini orang menyebut dengan pecahan 'kuai' (1kuai=1RMB/1yen)
Yap, kalo ngomong-ngomong soal uang kecil, kadang kita sering berpikir bahwa uang kecil itu ga ada artinya. Dulu waktu saya masih kecil -sekarang juga masih kecil ah-, uang Rp 50,- itu bisa dipakai buat beli permen karet cap yosan yang harganya 1 masih Rp 25,-. Sekarang? Mau cari pecahan Rp 50,- aja mungkin susah. Kalau orang kehilangan Rp 50,- saja, mungkin tidak akan serepot kalau kehilangan Rp 50.000 ya.. Dulu mami saya juga sering bilang, uang senilai Rp 10.000 saja kalau kurang Rp 50 ya tetap saja bukan Rp 10.000.. Yap, sekecil-kecilnya uang, tetap saja ada nilainya.
Pengalaman saya hari ini pun juga berhubungan dengan uang kecil. Pagi tadi saya mengambil uang recehan saya dari celana. Saya hitung koinnya ada 9keping 1 kuai (1RMB) dan 1keping 1mao (1sen). Saya tidak begitu suka mengoleksi uang koin, maka rencana saya adalah memakai koin itu untuk membeli sandwich dan susu di Family Mart. Saya mengambil 9keping 1 kuai dan meninggalkan 1mao dikamar saya. 1mao? Bisa buat beli apa? Begitu pikir saya. Lalu sesampainya saya di Family Mart, saya bergegas membeli sandwich dan susu coklat, menuju kasir untuk membayarnya. Yang cukup mengejutkan adalah total belanjaan saya ini seharga 8.1RMB [ba kuai yi mao]! Jah, menyesal saya meninggalkan koin kecil 1mao saya dikamar. Maunya membuang koin, alhasil saya membayar 9kuai dan mendapat kembalian 9mao, 1keping 5mao dan 4keping 1mao.
Pelajaran berharga dari uang kecil senilai 1mao.
ah..yi-mao (1mao,10sen) juga duit!
red:1kuai/1rmb berkisar antara Rp 1200-1300,- jadi 1mao sekitar Rp 120,-
Yap! Sebuah tanda tanya tidak begitu besar sempat terlintas di benak saya. Gara-garanya hanyalah seorang tamu yang merasa tidak puas dengan makanan di tempat restoran saya bekerja.
T: "Ah..everything is fine but it is not what I expected from Balinese food...Your rendang is too dry, and your chicken curry is too sour"
Begitu katanya.. Asumsi saya mengatakan bahwa impresi yang tertanam di kepala si bule adalah bahwa rendang itu agak basah dan kari ayam itu mestinya tidak masam. Sebentar, bukannya rendang itu masakan asli Padang? Bukannya Indonesia memiliki belasan bahkan mungkin puluhan tipe kari? Kalau saya bilang, Nasi Opor Ayam, bukankah kalau saya translate ke bahasa Inggris bisa dikatakan 'Chicken Curry Rice'?
Si bule tidak salah, karena memang apa yang dia makan pada saat dia berada di Bali pun adalah rendang daging yang agak basah dan kari ayam yang tidak terlalu masam dan dia menganggap itu adalah masakan Bali. Masalahnya di Bali sendiri, berbagai macam restaurant Indonesia berlabel Balinese food yang didalamnya pun bukan 100% Balinese food tetapi adalah masakan Indonesia nusantara.
Anggap saja saya ini bule juga, saya pergi berlibur ke Bali dan makan di restoran A sepiring rendang padang agak basah. Si bule anu makan di Restoran B rendang yang kering. Ketika saya berkunjung ke Shanghai dan makan di sebuah restoran Indonesia dan mereka menyajikan rendah padang yang kering, KLOP! Paradigma saya berkata bahwa ini bukan rendang Indonesia, rendang Indonesia mestinya agak basah. Di satu sisi, bule anu berkunjung pula ke restoran yang sama dan berkata bahwa, ow, restoran ini benar-benar menyajikan makanan Indonesia. Mana yang benar?
Ya, Indonesia ini satu, nusantara, tapi bermacam-macam. Seperti slogan yang dibawa oleh Indonesian Pavilion pada perhelatan Shanghai Expo ini, Unity in Biodiversity. Bhineka Tunggal Ika, bermacam-macam tapi tetap satu juga. Satu pulau saja, katakan Pulau Jawa, soto ayamnya bisa cem-macem kok. Ada Soto Madura, Soto Lamongan, Soto Kudus, dan embel-embelnya, apalagi satu negara, bisa berantem kalo Sotonya diharuskan cuma ada 1jenis.
Begitu juga dengan saya, kalau misalkan saya dulu berkunjung ke swiss dan menikmati Cheese Fondue ala Montreux, lalu saya makan di Restoran Swiss di Shanghai dan mendapatkan sebuah Cheese Fondue yang berbeda, bisa komplainkah saya? Kalau saya makan sebuah masakan ala Yunani yang baru pertama kali saya makan, bukankah seharusnya saya menghargai masakan mereka? Ya ini masakan ala mereka, ala Yunani, wong ya bukan makanan sehari-hari saya. Kalau saya tidak suka, apa bisa saya bilang 'Masakan Yunani itu tidak enak'? Bukannya mestinya saya bilang 'Saya tidak cocok dengan masakan Yunani'?
hmm..sebuah tanda tanya tidak begitu besar terlintas di benak saya..
sudahlah, saya tidur saja, daripada jadi skeptis karena masalah rendang dan kari ayam.. Hahaha....selamat malam semua!!^^ Tuhan memberkati!
gReeting fRom Shanghai's Rainy sunday afteRnoon! saya posting sambiL meniKmati secangkiR besaR kopi pahit dan sandwich di Donut King taman Jing'An, sembaRi menunggu jam keRja..
KaLau orang suka biLang bahwa dunia itu sempit, emang banyaK betuLnya...seteLah yang LaLu saya beRtemu dengan 'mantan' tamu saya duLu di IndRapura yang seKaRang pindah ke Shanghai, kaLi ini saya beRtemu dengan tamu yang tidak kaLah menaRiknya..
Situasi restoran tidak begitu ramai dan salah satu staff saya memanggil saya, tamu meja 12 ingin bertemu dengan manager Indonesia dan saya akhirnya datang menjumpainya... Perawakannya gelap dan berambut panjang.. kita bercakap-cakap dan saya menanyakan asalnya..
S: 'Saya dari Bali..tapi asli Bugis..' O: 'Ow..saya juga lama tinggal diBali, karena kuLiah disana.. dibaLi dimana Blih?' S: 'Singaraja...kalau Masnya?' O: 'Saya diDalung, tahu kan?' S: 'Ooo...tahu Lah, saya dulu kuliah diDalung juga, di Mapindo' O: 'Lho? saya malah di Dhyana Pura, kan sebelahan...haha.. Lho? Blih asli Bugis tRus di Singaraja ya? Saya ada teman juga dia asal Bugis...tRus dari Singaraja juga..Namanya Mardi -bukan nama sebenarnya- kira2 kenaL juga ga ya? S: 'Nah, Mardi itu kan keponakan saya...' O: 'Oya?? waH..dunia memang sempit ya!'
pembicaraan beRlanjut seRu...dan akhiRnya kita beRtukar infoRmasi dan sebagainya dan sebagainya..
mungkin karena ini saya menyukai bidang saya beKeRja ya..ya, saya tidak akan tahu kejutan-kejutan apa yang akan saya dapatkan dengan berjumpa berbagai macam orang.. Dan saya percaya, dibalik siapa yang saya jumpai ini, pasti Tuhan memiliki sebuah rencana.. ya, kebetuLan memang sebuah mukjizat kecil bagi saya yang hampir saya temuKan tiap hari..
yah, waktu saya habis, saya mesti bekeRja nih, lumayan hari ini bakal ramai, meskipun hujan mengguyuR Shanghai.. en, Kita lihat saja mukjizat apa yang saya temukan hari ini...^^
Selamat hari minggu dan...seLamat Hari Ibu juga!
Just foR my Mom: Thank you foR youR Love and caRing..you aRe the best mom foR me! Love you mom..^^
hi kawan...tiba-tiba saya teringat kita berlari konsekuensi sambil memanggul tas 3kilo.. sambil mendengar aba-aba lari maju... kita melantunkan lagu kebangsaan kita.. ya, kita..pasukan GPSSD, Ganesha Parasparopakara Sarwatatwadhika Sang Dhairya.... Paskibar SMU3 Semarang 2002-2003... melantunkan lagu ini saat kawan kita perlahan menjauh dan meninggalkan pasukan kita...
ikan sembilan, ikan sembilan dipotong-potong (hu! huha!) tujuh lapangan, tujuh lapangan diparang-parang (hu! huha!) jikalau nona, jikalau nona hati kecewa (hu! huha!) bungkus pakaian, bungkus pakaian lompat jendela (hu! huha!)
hei nona, beta dengar kau mau kawintinggalkan beta, jangan tinggalkan beta hei nona, beta dengar kau mau kawin tinggalkan beta, jangan tinggalkan beta
kalaulah begitu, kalaulah begitukembalikan baju putih kebangsaanku (hu! huha!)
ya..saya teringat jelas waktu kita ramai-ramai mendapat makian di dalam Graha Wirayuda, push-up dalam hitungan yang melelahkan..namun sangat indah untuk dikenang.. hai kawan, meskipun kita sekarang tersebar, namun saya berharap suatu saat lagi, kita bisa kembali ke trap merah kebanggaan kita... dengan senyum bangga tersirat saat kita melihat satu sama lain.. MERDEKA!
Saya akan mencoba mengasah kemampuan berbahasa Indonesia saya lagi. Haha..oke, bicara-bicara soal internet (bicara-bicara??), jaman sekarang ini memang sudah jaman teknologi maju yang segala sesuatunya menuntut adanya internet. Beberapa tahun lalu pun slogan "Internet Masuk Desa" gencar diserukan oleh Telkom... Nah, kali ini topik yang lagi hangat diserukan oleh Bali Laguna adalah Internet Masuk Bali Laguna.. meskipun pendapatan per malam bisa mencapai 4digit angka, tetapi layanan Wifi belom tersedia di Bali Laguna..
Sekitar awal bulan lalu, akhirnya layanan Wifi tersedia juga di Bali Laguna.. Saya diberi mandat oleh atasan saya untuk mengabari perancang model kami, Anne, untuk membuat sebuah poster bahwa layanan wifi sudah tersedia di Bali Laguna.. Dan hasil poster yang dibuat Anne memang membuat saya berdecak kagum.. Penuh dengan kreativitas.. Inilah hasilnya..
[togog pun melek internet]
Tidak tanggung-tanggung, dalam poster yang dibuat, komputernya pun memakai merk Apple.. haha.. Yang penting sekarang internet sudah masuk Bali Laguna lewat Wifi.. Jadi bagi para tamu yang ingin menikmati 'afternoon tea' sambil berinternet ria, silahkan saja.. Dengan adanya fasilitas Wifi, pekerjaan saya juga bakal lebih ringan karena sewaktu-waktu saya butuh koneksi internet, saya tinggal memakai Naga Bonar saya..
Oya, besok ini hari libur saya..dan saya akan mengunjungi sebuah tempat di Shanghai bernama Qipulu, pertokoan barang murah disana dengan kualitas yang...mungkin murah juga..haha.. mencoba menilik sisi lain kota Shanghai..
Oke, waktunya istirahat buat saya.. selamat malam sobat sekalian.. Tuhan memberkati..
a spontaneous expression is always funny expression.. just like what we had last night when a guest brought their new i-pad.. this is the picture of I-pad i got from googling.
so, this is some of the expression of us who saw it right away..
and this is the funniest one...[according to me] mr.frank: woase! very big i-phone a...
me, rowell, and dan were all laughing.. yes, that's another expression..
anyway, this is the story of the day. today i met with a guest, he spoke indonesian a little bit. then i was curious why he speaks indonesian and he said he was dutchman but some several times go to indonesia. i ask him where he is from in netherland and he said he was from amsterdam. then i asked him if he knew indrapura restaurant by the rembrandtplein -since it was my previous workplace- by all chance, he told me that he'd thought he'd seen me before and it's obvious that it was on indrapura restaurant. i served him before, i was serving him as well now.. both in indonesian restaurant.
the world is small, isn't it? but i'm glad that i remember him..moreover that he remembered me..
haha..okelah, time to go home.. pretty tired for this weekend..
Have you ever heard of Des Sables? It's also known as MDS or Marathon Des Sables. Somehow, this marathon is the toughest footrace on earth. It covers 243km/151miles run over 6-7days on the dry Sahara dessert. The competitor itself also have to carry their own need in rucksack on their back, including food,medical aid, sleeping-bag, etc etc.. Water will be provided on every check point.
Well...the preparation itself, including physical training and mentally training too.. Since the heat of Sahara will absolutely lead to mental stress as you endure yourself. I couldn't imagine myself running in The Sahara for 7days! For the detail info, you can check ithere
But one thing that I know, it needs a great amount of self-discipline, determination, and strong will to reach the finish line. I believe there will be many time for the runner when they feel like shit and thinking to throw the towel.
It's just like what I face now...as an analogy...to put me on those Sahara dessert where I feel like shit and thinking to give it up..until an encouragement come to me today.. posted by my beloved mom.. She wrote this to me..
When nobody respect about what you do..That's when you learn about sincerity When your heart is hurt so deep..That's when you learn about forgiving When you feel alone..That's when you learn about tenacity When you feel so tired and disappointed..That's when you learn about earnestness
I think it's enough for me to keep running on my own Marathon Des Sables.. Thanks mom...for encouraging me...
some interesting fact I've found about my restaurant manager, Mr.Frank.. He is really man..well, he doesn't look so brilliant at first..but the more time I spent to talk to him..the more interesting things I've figured it out.. Just like yesterday he told me the fact about news..
F: Ni zhi dao ma wei shen me ta men shuo NEWS? [do you know why they call it NEWS?] O: umm..bu zhi dao.. Wei shen me? [I don't know...why?] F: Ni zhi dao Dong Nan Shi Bei ma? [Do you know Dong Nan Shi Bei?] O: Wo zhi dao ya.. [I know..] F: NEWS he Dong Nan Shi Bei shi yang.. N shi North, E shi East, W shi West, S shi South.. Zhong dong nan shi bei..cheng wei yi qi shuo NEWS..dong le ma? [News and Dong Nan Shi Bei is the same. N is North, E is East, W is West, S is South...and it becomes 1 as NEWS...do you understand?] O: Wow..you're right.. Hahaha..interesting!
another thing was..even he looks like an old fashion guy..He's music taste is good.. all in his nokia express music's music are western...mostly jazz and blues..His favorite is Me and Mrs.Jones... which when he sings it, it sounds like 'Me and Mrs.Jung' =D
anyway, he's been doing 14years in Food and Beverage and Hospitality industry..and he knows a lot... well...a good catch up to begin with is by working with such a guy like this...^^
ah..this night just won't stop snowing...I better go sleep now...Wan an!
just tRying to share something.. -weLL i know the singeR's voice is a bit bad- buT tRy to undeRstand the lyRic...nice music as weLL... This song is fRom Israel Houghton... I have aLready posted the LyRic in February's post...
Just...ChecK it ouT...hoPe you wiLL LiKe it...^^ God bLess you aLL!!
-well you may pause the 'Kingdom Heart' music first in the bottom page to listen to it^^- [click here if the video didn't work]